Senin, 05 Mei 2008

Agama islam itu sama dengan kehidupan manusia itu sendiri

Apabila kita mau menyadari dengan berfikir sedikit lebih dalam, maka sebenarnya kehidupan dunia dan agama islam sejatinya itu sama. Agama islam itu ya kehidupan. Hidup itu ya agama islam.
Kehidupan itu merupakan sebuah sistem raksasa yang melibatkan berbagai macam sistem termasuk sistem manusia dan jin. Dan sistem jin dan manusia adalah agama islam. Jika manusia hidup dalam sistem dunia ini maka berarti ia telah beragama islam. Tapi sempurna apa tidaknya sistem tergantung sejauh mana agama islam berfungsi atas manusia dan jin tersebut. Kalau manusia dan jin menerapkan islam dalam dirinya maka mereka akan semakin hidup dan berkembang tapi apabila ia menentang maka ia sedikit demi sedikit mematikan dirinya sendiri dengan sia-sia. Orang yang menyebut dirinya tidak beragama islam itu sebenarnya mereka telah mengingkari dirinya sendiri karena sebenarnya mereka telah menjalankan ajaran islam namun ia tidak sempurna dan dianggap masih tidur. Mereka tidak berkembang dan tersesat. Dan orang islam yang sudah menyadari tentang keislamannya itu terus berkembang. Dan ciri-ciri orang islam sejati tampak pada tingkah lakunya yang patuh menjalankan ke lima rukun islam sesuai dengan yang dijalankan dan dicontohkan oleh nabi dan rasululloh Muhammad SAW tentu dengan didasari rukun iman yang sangat nyata.
Dalam sebuah sistem tentu ada virus yang mengganggu dan tidak sedikit yang bersifat merusak. Virus dalam system manusia dan jin disebut setan yang selalu mengajak kepada kemungkaran dan cenderung merusak system yang lain termasuk system manusia dan jin. Virus ini berusaha memanfaatkan system manusia untuk merusak sistem-sistem kehidupan lainnya.dan selama ada manudia dan jin disitu setan terus mengancam dan menggodanya sampai dihancurkannya system kehidupan dunia ini.
Hancurnya system raksasa dunia ini hanyalah kehancuran sebagian kecil dari system-sistem raksasa lainnya. Jin dan manusia masih terus melanjutkan kisahnya dalam sistem terakhir yaitu sistem keabadian yang terjajikan. Sistem jin dan manusia yang tidak terkena visur yang berarti merupakan sistem tangguh akan segera digunakan dalam sistem raksasa lainnya dan tentunya dalam sistem yang baik dan unggul pula. Disinilah sistem manusia dan jin yang unggul tersebut mendapatkan kenikmatan dan kehormatan yang tinggi. Sedangkan sistem yang sedikit terkena virus akan dibersihkan dan diolah dalam sebuah sistem raksasa lainnya yang disebut neraka. Dan sistem yang rusak adalah sistem yang telah dikuasai oleh virus setan dan iblis dan sistem ini telah berubah menjadi setan. Sistem-sistem seperti ini akan dibuang selamanya dalam sebuah sistem raksasa pula yang disebut neraka jahannam.
Kita manusia ini adalah sebuah sistem yang dibuat sempurna yang diletakkan dalam sebuah sistem yang akan memproses kita menuju sistem-sistem lain. Sistem manusia, jin dan dunia hanyalah sebuah sistem yang terlalu kecil untuk dibanggakan, namun sangat bernilai akhirnya apabila kita mengikuti sistem sesuai dengan ketentuan sang pencipta. Bukan enak atau tidak enaknya yang perlu kita pikirkan dalam menjalankan sistem dan berjalan dalam sebuah sistem ini namun kepatuhan kita kepadaNya yang dinilai dan itulah yang kita sebut sebagai keimanan dan keislaman secara kaffah.
Bekasi, 4 Desember 2005

LANGKAH TEPAT BAGI PEJUANG SEJATI

Bagi para manusia yang menginjak usia dewasa atau aqil baligh merupakan suatu masa pencarian jati diri dan mulai berfikir makna hidup, menentukan langkah yang serba ragu-ragu. Ada yang bertindak dengan akibat negatif dan positifya dan yang lain masih tetap ragu-ragu sampai tanpa dirasa mereka sudah bukan pemuda dan pemudi lagi melainkan bisa disebut sebagai bapak-bapak atau ibu-ibu atau mendapat julukan kakek atau nenek dari anak-anak keponakannya.
Itulah salah satu realita kehidupan. Ya….kehidupan itu sebenarnya merupakan sebuah perjuangan dan para pejuang adalah mereka yang hidup. Namun tak jarang dalam perjuangan kerap kali mereka merasa ragu, bingung dan takut.
Sebenarnya perjuangan itu sendiri dimulai saat manusia itu masih dalam kandungan namun secara sadar dan mengerti manusia mulai merasakan perjuangannya diusia menginjak dewasa.
Di usia remaja banyak yang ragu akan dua pilihan yaitu berjuang untuk menikah dahulu atau sukses karir dahulu. Dalam ibadah juga ada dua pilihan yang kebanyakan orang ragu, yaitu ibadah haji dahulu atau makmur dahulu. Sebenarnya jika anda memang seorang pejuang sejati maka sebaiknya anda memilih menekankan menikah dahulu baru kemudian sukseskan karir dan dalam ibadah tekankan untuk berjuang mengejar ibadah haji dahulu karena dengan demikian sebenarnya anda telah memilih jalan yang lebih ringan dari pada sebaliknya.
Dengan mengedepankan menikah berarti anda mempunyai tanggung jawab ganda yang harus anda sadari dan tentunya sebagai pejuang anda akan terangsang untuk melakukan tindakan bekerja giat untuk memenuhi sebuah target harian demi kelangsungan hidup berumah tangga. Dengan adanya tanggung jawab berarti ada hal yang anda cintai untuk anda perjuangkan, tanggung jawab yang bukan kepada keluarga saja tetapi juga yang paling utama adalah tanggung jawab perjuangan itu sendiri kepada sang Kholik. Salah satunya tanggung jawab kepada keluarga. Jadikan pernikan menjadi katalisator atau penggerak kesuksesan anda.
Demikian juga dalam hal rukun islam yang ke lima. Seorang pejuang sejati seharusnya berjuang untuk memenuhi rukun islam yang ke lima tersebut dahulu dari pada sukses atau makmur dahulu, karena mampu dalam melaksanakan ibadah haji perlu diperjuangkan bukan ditunggu. Jangan anda memikirkan kebutuhan-kebutuhan mahal duniawi lainnya dahulu sebelum anda mencapai haji. Sebab dengan menunaikan ibadah haji berarti islam anda telah sempurna dan dengan ibadah haji anda bisa meminta apa saja kepada Alloh termasuk kemakmuran yang mungkin bagi sebagian orang harus dikejar terlebih dahulu.
Utamakan yang terpenting, menikah lebih penting dari mapan dahulu, soal nanti bisa makan apa tidak itu bukan urusan kita memberi rizki kepada diri kita, istri dan anak. Kewajiban kita hanya berjuang. Dan setelah anda menikah yang perlu anda perjuangkan adalah mengejar ibadah haji dahulu dari pada makmur dahulu dengan demikian insyaAlloh generasi penerus tidak bengong atau malah over acting oleh kebingungan memilih jalan dan InsyaAlloh kesuksesan dunia dan akhirat bisa tercapai. Jangan takut nikah muda. Terapkan langkah tersebut. Teruslah Belajar dan berjuanglah di jalan Alloh InsyaAlloh selamat lahir batin dunia akhirat. Amin.

Bekasi, 4 Desember 2005

Tuyul

Mendengar kata Tuyul pastilah pikiran kita langsung tertuju pada makhluk kecil dari alam lain yang dapat menghasilkan uang cepat dengan cara mencuri secara ghoib bagi bahasa awam kita. Untuk memperoleh aau bekerjasama dengan tuyul tersebut, seseorang harus mengeluarkan sejumlah uang kepada dukun pemberi atau perantara atau kuncen. Atau untuk bisa memanfaatkan jasa tuyul, seseorang harus mengorbankan orang lain untuk dijadikan sebagai tumbal atau syarat-syarat aneh lainnya. Seseorang bahkan rela mengorbankan iman dan sifat manusiawinya serta menggadaikan jiwanya sebagai ganti dari kepuasan harta yang akan diberikan oleh si tuyul yang padahal itu semua hanyalah semu belaka.
Memelihara tuyul semacam itu mendatangkan resiko pasti berkali-kali lipat. Namun demikian banyak juga manusia tersesat di dalamnya lagi, lagi dan lagi dari masa ke masa. Padahal kalau mereka mau sedikit bersabar dan berfikir sedikit saja maka mereka tidak harus mudah tertipu oleh makhluk sesat tersebut.
Sekarang coba anda pikirkan dan cobalah anda ubah istilah tuyul negatif tersebut mejadi tuyul positif. Dia yang negatif dan memeliharanyapun di cap negatif dan dalam agama hal itu akan mendapatkan dosa besar yang tak terampuni. Kalau ada yang negatif pasti ada yang positif. Kok..bisa ada tuyul yang positif? Kalau anda tahu ada yang positif kanapa memelihara yang negatif. Padahal yang positif jauh lebih aman dan jauh lebih banyak menghasilkan keuntungan baik di dunia maupun di akhirat. Tentu tuyul positif juga harus dibeli dan memerlukan tumbal dan juga ”lelaku” atau syarat khusus dalam memeliharanya. Namun tumbal dan syarat-syarat nya pasti juga positif dan InsyaAlloh tidak berdosa bahkan berpahala jika di niatkan Lillahi Taala.
Tuyul positif itu adalah sebuah sistem yang setiap manusia bisa membuatnya. Ya..sistem yang bisa menghasilkan uang atau memberikan uang kepada sang majikan atau si empunya tanpa harus terlibat langsung dalam kegiatan kerja. Pemilik haya perlu mengarahkan dan memelihara tuyul positif dan menunggu uang masuk ke kantong. Tumbal yang harus diberikan adalah terus menjaga system dan bahkan tuyul positif ini bisa ditingkatkan kemampuannya dengan cara meningkatkan system kerjanya dan membayar sedikit uang untuk tumbal yang berupa jasa orang lain yang orang lain tersebut bisa diuntungkan bila menjadi tumbal tuyul ini.
Nah…tipis sekali memang beedanya antara tuyul positif dan negative, namun jauh sekali maknanya dan yang pasti tuyul positif jauh lebih aman dan lebih menguntungkan dari pada tuyul negaif. Jadi jika anda ingin cepat kaya, saya bisa sarankan untuk memelihara Tuyul, tentu tuyul yang positif. Bagaimana cara mendapatkan tuyul positif? Untuk memperoleh tuyul positif anda bisa membelinya dari para penjual tuyul positif dengan harga dan tumbal yang ringan dibandingkan dengan tuyul negative. Atau anda bisa membuatnya sendiri dengan keras dan sabar. Tapi ingat! Tuyl positif ini juga bisa menjadi tuyul negative yang jauh lebih jahat melebihi tuyul negatif tergantung dari pemiliknya. Jadi siapa yang sebenarnya jahat dan sesat, manusia atau tuyul itu sendiri?

Thought in Malimping 2004Written in Bekasi, December 4th 2005

Kamis, 13 Maret 2008